Tim Macan Mengaum di Bogor, Sabet Gelar Juara Bintang Muda Generasi Masa Depan 2025

2025-12-17 03:22:29 By Ziga

Partai final LOTTE Bintang Muda Generasi Masa Depan 2025 mempertemukan dua tim terbaik turnamen, Tim Macan besutan Ismed Sofyan menghadapi Tim Rajawali yang ditangani Atep Rizal. Laga puncak yang digelar di G2 Soccerfield, Bogor, Jawa Barat, berlangsung sengit dan penuh tensi, sebelum akhirnya Tim Macan memastikan kemenangan telak dengan skor 4-1.

 

Hasil tersebut mengukuhkan Tim Macan sebagai kampiun turnamen pembinaan usia muda bergengsi ini. Sementara itu, Tim Rajawali harus menerima kenyataan finis di posisi kedua usai tak mampu membendung agresivitas lawan di laga final.

 

Menjelang pertandingan penentuan, kedua tim mendapat suntikan kekuatan tambahan lewat mekanisme wild card. Tim Macan mendatangkan Arjuna dan Hansamu dari Tim Harimau, sedangkan Tim Rajawali memperkuat barisan dengan merekrut Al dan Rafka dari Tim Elang. Kehadiran para pemain ini dinilai krusial untuk melengkapi komposisi tim di laga pamungkas.

 

Baik Ismed Sofyan maupun Atep Rizal memanfaatkan tambahan tersebut untuk mematangkan strategi. Setelah susunan pemain dirasa ideal, kedua pelatih memberikan arahan taktik terakhir demi meraih hasil maksimal.

 

“Saya belajar dari pertandingan sebelumnya. Di final ini saya sedikit mengubah pendekatan. Kalau kemarin lebih menyerang, kali ini saya memilih bermain lebih disiplin dan bertahan,” ujar Ismed Sofyan seusai laga.

 

Sementara itu, Atep Rizal menegaskan rencana awal timnya. “Kami ingin bermain dengan umpan-umpan pendek, cepat, dan direct supaya bisa mencuri gol,” katanya.

 

Sebelum laga dimulai, legenda sepak bola Korea Selatan, Lee Young-pyo, menyempatkan diri menyapa kedua tim. Ia memberikan motivasi agar para pemain menikmati pertandingan, tetap menjunjung tinggi sportivitas, dan bermain dengan penuh kegembiraan.

 

Begitu peluit babak pertama dibunyikan, Tim Macan langsung mengambil inisiatif permainan. Dominasi mereka berbuah gol pembuka pada menit ke-12 lewat eksekusi tendangan bebas Arjuna, setelah pelanggaran terjadi di dekat kotak penalti Tim Rajawali.

 

Keunggulan 1-0 bertahan hingga turun minum. Tim Rajawali sempat mencoba membalas, namun sejumlah peluang di babak pertama belum mampu dikonversi menjadi gol.

 

Memasuki paruh kedua, Tim Rajawali tampil lebih agresif. Tekanan mereka akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-19 ketika Hanif melepaskan tendangan bebas dari luar kotak penalti yang mengubah skor menjadi imbang 1-1.

 

Namun, respons Tim Macan terbilang cepat dan mematikan. Pada menit ke-22, Arjuna kembali mencatatkan namanya di papan skor lewat sundulan memanfaatkan sepak pojok. Dua menit berselang, giliran Bahri yang menambah keunggulan melalui sundulan setelah menerima lemparan jauh dari Nata.

 

Serangan demi serangan terus dilancarkan Tim Macan. Arjuna melengkapi penampilan gemilangnya dengan mencetak gol ketiga sekaligus gol keempat tim pada menit ke-27. Skor 4-1 pun bertahan hingga wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan.

 

“Kedua tim bermain sangat baik. Hanya saja, Tim Rajawali sempat kehilangan fokus dan konsentrasi, sehingga kami bisa memanfaatkan peluang,” kata Ismed Sofyan.

 

Di sisi lain, Atep Rizal mengakui tekanan laga final memengaruhi permainan anak asuhnya. “Di partai puncak pasti ada ketegangan. Saya kurang puas karena rencana awal bermain cepat dengan bola pendek tidak berjalan maksimal. Situasi membuat pemain ingin cepat mencetak gol dan bermain lebih direct,” ujarnya.

 

Sebagai juara, Tim Macan berhak membawa pulang hadiah utama sebesar Rp100 juta. Tim Rajawali yang finis sebagai runner-up menerima hadiah Rp50 juta. Selain itu, panitia juga memberikan sejumlah penghargaan individu kepada para pemain yang tampil menonjol sepanjang turnamen.

 

Penghargaan The Most Improved Player diraih oleh Tangguh dan Bahri. Gelar Best Goalkeeper jatuh kepada Krida, sementara Hanif dinobatkan sebagai Top Scorer. Arjuna, yang tampil gemilang di final, terpilih sebagai Best Player. Masing-masing penerima penghargaan individu memperoleh hadiah sebesar Rp5 juta.

 

Prosesi penyerahan medali dan trofi dilakukan oleh Lee Young-pyo bersama Lee Chulwong selaku perwakilan LOTTE Group. Piala Bintang Muda secara simbolis diserahkan kepada kapten Tim Macan, Athallah, sekaligus menandai berakhirnya rangkaian LOTTE Bintang Muda Generasi Masa Depan 2025.

 

Dalam sambutannya, Lee Young-pyo menekankan pentingnya dukungan lingkungan bagi mimpi anak-anak. “Ketika anak-anak bermimpi, banyak orang di sekitar mereka harus membantu. Melalui program seperti ini, saya berharap mereka memiliki impian yang lebih besar untuk menjadi pesepak bola,” ujarnya.

 

Ia juga berharap turnamen semacam ini terus berlanjut dan melahirkan talenta-talenta terbaik Indonesia. “Saya ingin para pemain tidak melupakan ekspresi, semangat, dan kegembiraan yang mereka tunjukkan saat bermain. Teruslah berlatih dengan sungguh-sungguh dan kejar mimpi kalian. Saya akan selalu mendukung,” tutup Lee Young-pyo penuh semangat.

EMASPUTIHTOTO