Rafael Nadal Akui Pernah Kesulitan Berjalan Selama Satu Bulan

2025-09-07 01:19:47 By Odegaard

Rafael Nadal menggemparkan lapangan selama masa kejayaannya, memenangkan 22 gelar Grand Slam, dan menjadi bagian dari 'Empat Besar' yang legendaris.

 

Kini setelah pensiun, mantan petenis berkebangsaan Spanyol mengungkapkan alasan untuk pensiun dan mengenang rivalitas dengan rival sebelumnya.

 

Karier mantan petenis peringkat 1 dunia membentang selama dua dekade yang gemilang, menang secara konsisten selama periode tersebut, dan secara teratur berkompetisi serta mengalahkan petenis terbaik. Kini, ia telah beralih dari atlet kompetitif menjadi pria keluarga yang berdedikasi, menghabiskan lebih banyak waktu bersama bayinya.

 

Dalam sebuah wawancara dengan The Athletic, Nadal mengatakan, “Saya ingin menghabiskan waktu di rumah. Saya menunda banyak hal hingga akhir musim karena bayi dan setelah itu saya harus bekerja. Saya memiliki terlalu banyak hal dalam hidup saya yang bagi saya lebih penting saat ini. Saya menyukai tenis, saya juga menyukai hal-hal lain, dan saya ingin menikmati momen ini dalam hidup saya.”

 

Penampilan terakhir sang legenda tenis terjadi di Malaga dengan mewakili Spanyol di Davis Cup, tetapi penampilan Grand Slam terakhirnya terjadi di tempat ia memenangkan 14 dari 22 gelar utamanya, yaitu Roland Garros, venue French Open.

 

“Saya bukan orang yang... Saya agak terlalu malu untuk semua hal ini. Roland Garros adalah tempat yang tepat,” tambah Nadal.

 

Ketika ditanya mengapa pensiun, Nadal mantan petenis peringkat 1 dunia menjawab, “Pertama-tama, karena setelah pensiun saya, kaki saya sangat sakit. Saya mengalami kesulitan berjalan selama satu bulan.”

 

Ia mengucapkan selamat tinggal kepada dunia tenis bersama para rival beratnya, yaitu Roger Federer, Novak Djokovic, dan Andy Murray. Mereka telah memperlakukan satu sama lain dengan hormat sepanjang karier mereka yang tanpa ampun, tetapi ia mengungkapkan bahwa mengucapkan selamat tinggal kepada mereka adalah ‘perasaan pribadi yang sangat mendalam’.

 

“Sebelumnya, saya merasa damai, setelah itu, sama saja, tetapi saya merasa sangat bahagia menerima momen yang begitu indah,” tambah Nadal.

 

Di era tenis yang sangat kompetitif, mantan petenis peringkat 1 dunia jarang mendapat kesempatan untuk bersantai dan menyaksikan lawan-lawannya beraksi di lapangan. Ia selalu harus siap menembus batas untuk bersaing.

 

“Kami tidak pernah memiliki waktu untuk bersantai. Kami harus terus-menerus mendorong batas untuk bersaing di era itu. Saat saya berlatih, saya berlatih untuk meningkatkan kemampuan saya sendiri, tetapi di saat yang sama, ada lawan-lawan yang jelas di depan,” jelas mantan petenis berkebangsaan Spanyol.

 

Pada musim 2011, Djokovic mengalahkannyaa di enam final. Hal tersebut memicunya untuk menyesuaikan permainannya agar bisa mengimbangi petenis berkebangsaan Serbia.

 

“Saya tahu setelah musim itu saya harus menambah beberapa hal dalam permainan saya. Jadi, itu memperlihatkan betapa menantang situasinya. Jadi, pada akhir musim, saya mengatakan, ‘Baiklah, apa yang harus saya lakukan agar mendapatkan peluang yang lebih baik melawannya, terutama di turnamen hard-court?’. Lalu berdiskusi dengan paman saya (pelatihnya saat itu), dengan tim saya, kami menyusun rencana dan sebuah tujuan dari hal yang harus saya lakukan untuk mendapatkan peluang yang lebih baik,” tambah Nadal.

 

“Harus lebih agresif dan memiliki bola dengan kualitas yang lebih tinggi dengan forehand saya ketika saya hendak menembakkan wwinner. Itu target saya. Di satu sisi, mendapati petenis seperti Novak dan Roger memberi anda jalan yang jelas tentang hal-hal yang harus anda lakukan.”

Sedang Tayang

Sedang Tayang
Australian Open
Court 6 (Qualifying) (Second Round)
Sedang Tayang
Australian Open
Court 15 (Qualifying) (Second Round)
Sedang Tayang
Australian Open
Court 14 (Qualifying) (Second Round)
Sedang Tayang
Australian Open
ANZ Arena (Qualifying) (Second Round)
Sedang Tayang
Australian Open
Court 13 (Qualifying) (Second Round)
Sedang Tayang
Australian Open
Court 17 (Qualifying) (Second Round)
Sedang Tayang
Australian Open
Court 8 (Qualifying) (Second Round)
Sedang Tayang
Australian Open
Court 16 (Qualifying) (Second Round)
Sedang Tayang
Australian Open
Court 5 (Qualifying) (Second Round)
Sedang Tayang
Australian Open
Court 7 (Qualifying) (Second Round)
Sedang Tayang
Australian Open
Court 12 (Qualifying) (Second Round)
Sedang Tayang
Australian Open
1573 Arena (Qualifying) (Second Round)
Sedang Tayang
Women's Super Smash
Auckland Aces
Auckland Aces Logo
0 - 0
Canterbury Kings Logo
Canterbury Kings
Sedang Tayang
NHL
Montréal Canadiens
Montréal Canadiens Logo
0 - 0
Washington Capitals Logo
Washington Capitals
Sedang Tayang
NHL
Tampa Bay Lightning
Tampa Bay Lightning Logo
0 - 0
Pittsburgh Penguins Logo
Pittsburgh Penguins
Sedang Tayang
NHL
Calgary Flames
Calgary Flames Logo
0 - 0
Columbus Blue Jackets Logo
Columbus Blue Jackets
Sedang Tayang
Australian Open
Kia Arena (Qualifying) (Second Round)
Sedang Tayang
Adelaide International
Centre Court: Day 3
Sedang Tayang
NBA
Phoenix Suns
Phoenix Suns Logo
0 - 0
Miami Heat Logo
Miami Heat
Sedang Tayang
NHL
Carolina Hurricanes
Carolina Hurricanes Logo
0 - 0
St. Louis Blues Logo
St. Louis Blues
Sedang Tayang
NHL
Detroit Red Wings
Detroit Red Wings Logo
0 - 0
Boston Bruins Logo
Boston Bruins
Sedang Tayang
NBA
Chicago Bulls
Chicago Bulls Logo
0 - 0
Houston Rockets Logo
Houston Rockets
Sedang Tayang
NBA
Minnesota Timberwolves
Minnesota Timberwolves Logo
0 - 0
Milwaukee Bucks Logo
Milwaukee Bucks
Sedang Tayang
NHL
Edmonton Oilers
Edmonton Oilers Logo
0 - 0
Nashville Predators Logo
Nashville Predators
Sedang Tayang
NBA
Denver Nuggets
Denver Nuggets Logo
0 - 0
New Orleans Pelicans Logo
New Orleans Pelicans
Sedang Tayang
NHL
New York Islanders
New York Islanders Logo
0 - 0
Winnipeg Jets Logo
Winnipeg Jets
Sedang Tayang
NBA
San Antonio Spurs
San Antonio Spurs Logo
0 - 0
Oklahoma City Thunder Logo
Oklahoma City Thunder
EMASPUTIHTOTO